Melaluikajian tersebut dapat disimpulkan bahwa teks-teks cinta dalam Kidung Agung menampilkan kekuatan cinta yang unik, kreatif, dan mengandung dimensi kesakralan, yang tidak hanya berfokus
Dengankata lain seimbang antara IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi ) dan IMTAQ (Iman dan Takwa) yakni meliputi IQ (intelectual Quotient), EQ (Emotional Quotient), dan SQ (Social Quotient). Dalam konteks Indonesia, realitas imtak direpresentasikan antara lain oleh kehadiran lembaga keagamaan dengan segala dimensinya, sementara realitas
Ingatlah amat buruklah apa yang mereka pikul itu." (QS Al AN'am : 31) Penyesalan ketidak berimanan orang-orang seperti di ayat tersebut tentu tidak akan berguna dan sia-sia. Waktu mereka telah habis di dunia dan baru menyadarinya di akhirat, padahal Allah telah menunjukkan jalan dan berabgai informasi tersebut dalam AL-Quran.
cash. Sebagai seorang muslim menjunjung tinggi nilai-nilai agama Islam. Tentunya semua orang harus tahu terlebih dahulu apa-apa saja yang perlu dan wajib di imani oleh mereka semua. Atau ringkasnya tahu terlebih dahulu mengenai apa saja rukun iman rukun iman yang berjumlah enam point. Salah satunya adalah percaya atau iman kepada kitab-kitab Allah yang telah diturunkan oleh-Nya kepada nabi-nabi dan rasul- rasul-Nya. Iman kepada kitab-kitab Allah swt. Merupakan faktor penting bagi seluruh umat, karena dengan kitab-kitab itulah umat manusia bisa mendapatkan petunjuk aturan dalam menjalani kehidupan di bumi iniPengertian Iman Kepada Kitab-Kitab AllahPerlu kita ketahui bersama, kata iman’ di sini mempunyai arti percayanya seseorang terhadap Dzat Yang Maha Kuasa, yakni Allah swt. Disamping itu, yang namanya iman tidak hanya kepada Allah swt. saja melainkan juga diterapkan kepada malaikat-malaikat-Nya, rasul-rasul-Nya, juga kepada kitab-kitab-Nya yang diturunkan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul-Nya serta kepada Hari Akhir Hari Kiamat dan Qadha dan Qadar Allah kepada kitab-kitab Allah artinya percaya dengan sepenuhnya bahwa kitab-kitab Allah memang telah benar-benar diturunkan kepada nabi-nabi dan rasul-rasul yang diutus-Nya. Melalui perantara malaikat Jibril, dan itu merupakan pedoman hidup serta sebagai sebuah bacaan yang punya nilai tinggi bagi siapapun yang mau kitab’كِتَاب dalam bahasa Arab, berasal dari lafadz kataba, yaktubu, katban كَتَبَ – يَكْتُبُ - كَتْبًا yang mana menurut bahasa memiliki dua arti, perintah atau tulisan. Addapun menurut istilah, adalah Kalamullah yang diturunkan kepada rasul-rasul-Nya. Selain sebagai pegangan dan pedoman hidup umat manusia. Kitab sendiri menyimpan berbagai cerita mengenai kehidupan umat-umat ini seperti yang dijelaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat empat berikut iniوَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيۡكَ وَمَآ أُنزِلَ مِن قَبۡلِكَ وَبِٱلۡأٓخِرَةِ هُمۡ يُوقِنُونَArtinya“Dan mereka yang beriman kepada Kitab Al-Quran yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelum kamu, serta mereka yakin akan adanya kehidupan akhirat.”Kata kitab’ ini punya arti yang berbeda dengan kata shuhuf’ صُحُفْ. Meski kedua-duanya sama sebagai wahyu Tuhan. Tetapi ada perbedaan-perbedaan antara keduanya, yakni untuk sebuah kitab sudah pasti dibukukan. Sedangkan untuk shuhuf adalah lembaran-lembaran yang berisikan tulisan-tulisan wahyu Tuhan, namun masih terpisahkan satu dengan yang lainApa Saja Kitab-Kitab Allah tersebut?Harus kita ketahui bahwa kitab-kitab Allah yang telah diturunkan pada para utusan-Nya ini sebanyak empat kitab. Masing-masing kitab tersebut punya peran tersendiri pada zaman-nya. Mulai dari zaman dahulu sebelum kita dilahirkan sampai zaman sekarang. Bahkan, juga zaman sekarang bahkan sampai zaman yang akan kitab-kitab tersebut turun secara berkelanjutan dan berurutan hingga sampai pada masa nabi Muhammad saw. Lalu, apa nama-nama kitab suci yang wajib kita imani tersebut. Berikut akan sedikit dijelaskan tentang nama-nama kitab suci tersebut, diantaranya;1. Kitab TauratKitab ini diturunkan oleh Allah swt. kepada nabi Musa alaihis salam. Yakni sekitar 12 abad sebelum Masehi. Kitab ini diturunkan di kawasan Negara Mesir dan Israel. Penjelasan ini juga dicantumkan dalam kitab al-Qur’an. Tepatnya dalam QS. Al-Maidah ayat 44 dan QS. Al-Isra’ ayat 2 berikut iniإِنَّآ أَنزَلۡنَا ٱلتَّوۡرَىٰةَ فِيهَا هُدٗى وَنُورٞۚ ... ..Artinya“Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab Taurat di dalamnya ada petunjuk dan cahaya yang menerangi, ...” QS. Al-Maidah ayat 44Dan QS. Al-Isra’ ayat 2وَءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ وَجَعَلۡنَٰهُ هُدٗى لِّبَنِيٓ إِسۡرَٰٓءِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُواْ مِن دُونِي وَكِيلٗاArtinya“ Dan Kami berikan kepada Musa kitab Taurat dan Kami jadikan kitab Taurat itu petunjuk bagi Bani Israil dengan Kalam "Janganlah kamu mengambil penolong selain Aku”Kitab Taurat ini punya sepuluh point penting atau yang sering dikenal dengal istilah Ten Commandements yang didalamnya ada larangan dan juga ada perintah. Adapun sepuluh point tersebut adalah sebagai berikuta. Adanya Perintah untuk men-tauhid-kan atau meng-Esa-kan Adanya Perintah untuk menghormati dan menyayangi orang Adanya Perintah untuk memperbanyak amal pada hari Adanya Larangan untuk menjelek-jelekan nama Tuhane. Adanya Larangan untuk menyembah Adanya Larangan untuk mencurig. Adanya Larangan untuk merebut istri orang lainh. Adanya Larangan untuk berbohong atau berdustai. Adanya Larangan untuk melakukan perbuatan zinaj. Adanya Larangan untuk menjadi saksi palsu bagi orang lainUntuk memperoleh sumber dari kitab Taurat ini, tidaklah mudah. Selain urutan pewarisannya tidak bisa diketahui dengan jelas dan pasti. Juga adanya para pengikut Jama’ah yang sengaja mengubah dari isi kitab tersebut. Meski demikian, umat Islam harus tetap percaya dan yakin bahwa apa yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam dalam Kitab Taurat tersebut adalah Kitab Taurat yang terkait Iman Kepada Utusan Rasul Allah2. Kitab ZaburKitab Zabur ini adalah kitab suci yang diturunkan atau diwahyukan kepada nabi Daud alaihis salam. Kitab ini diturunkan sekitar abad 10 sebelum Masehi. Peristiwa ini juga diabadikan dalam QS. Al-Israa’ ayat 55 berikut فَضَّلۡنَا بَعۡضَ ٱلنَّبِيِّۧنَ عَلَىٰ بَعۡضٖۖ وَءَاتَيۡنَا دَاوُۥدَ زَبُورٗاArtinya“Dan sesungguhnya telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian yang lain, dan Kami berikan Zabur kepada Daud as.”Kitab Zabur ini di dalamnya berisikan syair-syair atau sejenisnya yang mana dalam syair-syair tersebut ada kandungan doa-doa dan ajaran-ajaran tauhid yang dilakukan dengan sepenuh Kitab InjilKitab Injil ini diturunkan kepada nabi Isa alaihissalaam. Kitab ini turun kira-kira pada awal-mula abad pertama Masehi. Waktu itu kitab tersebut berada di daerah Israel dan kawasan Mesir. Peristiwa atau kejadian turunnya Kitab Injil ini juga diabadikan dalam al-Qur’an, diantaranya pada QS. Al-Maidah 5 46 berikut ini .....وَءَاتَيۡنَٰهُ ٱلۡإِنجِيلَ فِيهِ هُدٗى وَنُورٞ وَمُصَدِّقٗا لِّمَا بَيۡنَ يَدَيۡهِ مِنَ ٱلتَّوۡرَىٰةِ وَهُدٗى وَمَوۡعِظَةٗ لِّلۡمُتَّقِينَArtinya“ Dan Kami telah memberikan kepadanya Kitab Injil sedang didalamnya ada petunjuk dan dan cahaya yang menerangi, dan membenarkan kitab yang sebelumnya, yaitu Kitab Taurat. Dan menjadi petunjuk serta pengajaran untuk orang-orang yang bertakwa”Kitab Injil ini juga berisikan ajakan untuk bertauhid kepada Allah swt. Di dalamnya juga berisikan kabar-kabar yang menggembirakan bagi umatnya. Serta menguatkan dan membenarkan pokok-pokok ajaran yang telah ada pada kitab sebelumnya yakni Taurat dan Kitab Al-Qur’anKitab al-Qur’an, Kitab ini merupakan Kitab Allah terakhir yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw. Tepatnya pada abad ke tujuh Masehi. Kitab al-Qur’an ini diturunkan di kota Makkah al-Mukarramah, Madinah al-Munawwarah dan sekitarnya. Kisah turunnya al-Qur’an ini juga ada dalam al-Qur’an itu sendiri. Seperti dalam QS. Yusuf ayat satu dan dua berikut iniالٓرۚ تِلۡكَ ءَايَٰتُ ٱلۡكِتَٰبِ ٱلۡمُبِينِ * إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ قُرۡءَٰنًا عَرَبِيّٗا لَّعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَArtinya“ Alif, laam, raa. Ini adalah ayat-ayat Kitab Al Quran yang nyata dari Allah, Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya”Berlandaskan keterangan-keterangan dan penjelasan-penjelasan ayat di atas tentunya kita sebagai seorang yang beragama Islam harus percaya dan mengimani kitab-kitab suci yang diturunkan oleh Allah swt. itu yang turun pertama kalinya ataupun sesudahnya. Karena jika kita bisa percaya dan yakin kalau itu semua datangnya dari Allah swt, sudah pasti mengandung nilai-nilai yang berharga bagi semua umat manusia di muka bumi dari kepercayaan atau akidah, tata cara mengenai ibadah atau syariat, juga dalam tata cara hidup bermasyarakat atau bermuamalahArtikel terkait Arti, Hukum, Syarat, Pelaksanaan dan Hikmah KurbanShuhuf LembaranSelain empat kitab suci di atas, Allah juga menurunkan beberapa shuhuf Lembaran, yang didalamnya juga mengandung nilai-nilai moral yang tinggi. Seperti yang tercantum dalam QS. Al-A’laa ayat 18-19إِنَّ هَٰذَا لَفِي ٱلصُّحُفِ ٱلۡأُولَىٰ ١٨ صُحُفِ إِبۡرَٰهِيمَ وَمُوسَىٰ ١٩Artinya“Sesungguhnya ini benar-benar terdapat dalam kitab-kitab yang dahulu, yaitu Kitab-kitab Ibrahim dan Musa”Fungsi Iman Kepada Kitab-Kitab Allah suci yang diturunkan oleh Allah swt. ini, juga mempunyai berbagai fungsi dalam kehidupan umat manusia. adapun fungsi dari beriman kepada Kitab-Kitab Allah diantaranya1. Sebagai petunjuk serta pedoman hidup manusia2. Menambah kekuatan iman umat manusia3. Sebagai panduan umat manusia dalam beribadah di segala bidangnya4. Memberikan ketentraman hati umat manusia dari berbagai malapetaka5. Menolong umat manusia untuk meraih kebahagian hidup dunia dan Iman Kepada Kitab-Kitab Allah kita ketahui bersama secara ringkas, apa itu arti Iman kepada kitab-kitab Allah swt dan kitab-kitab apa saja yang diturunkan oleh-Nya, juga fungsi-fungsi dari mengimani kitab-kitab tersebut. Maka, sudah tentu itu semua ada hikmah tersendiri bagi diri kita maupun bagi orang lain. Antara lainMelalui kitab-kitab yang diturunkan-Nya kita bisa percaya bahwa Allah swt. itu ada WujuudTahu dan melaksanakan apa-apa saja perbuatan-perbuatan yang baik dan benar dan menjauhi –perbuatan perbuatan yang tidak terpuji atau akan kabar atau berita-berita yang ghaib, baik yang bisa dicerna oleh akal maupun iman itu sendiri, seseorang minimal sudah bisa bersyukur atas segala apa yang diberikan oleh-Nya. Juga senantiasa belajar, belajar dan menghayati apa yang ada dalam kitab suci tersebut ayat-ayat qouliyahDemikian kajian singkat mengenai apa itu yang dimaksud dengan Iman kepada kitab-kitab Allah. Semoga dengan lebih banyak belajar dan membaca, kita semua bisa tahu lebih dalam tentang apa saja yang diberikan oleh Allah sebagai aturan hidup’ umat Software al-Qur’an in Word Rohmadi, Pendidikan Agama Islam Untuk SMP Kelas VIII, Sukoharjo Graha Multi Grafika, 2007Robingan, Munawar Khalil, Teladan Utama Pendidikan Agama Islam 2 untuk Sekolah Menengah Pertama Kelas VIII, Solo Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2011Tim Agama Islam, Pendidikan Agama Islam Penyejuk Qalbu SMP Kelas VIII, Yudhistira, 2008*Penulis Abdul WahidMateri lainMacam-Macam Hukum Bacaan Mad dalam Kitab Suci al-Qur’anArti Waqaf, Tanda -Tanda Waqaf, Macam-Macam Waqaf serta Hukum Waqaf dalam Kitab Suci al-Qur’anMacam-Macam Sujud Mulai dari Pengertian, Hukumnya dan Sebab-Sebabnya
- Simak pengertian, macam-macam, fungsi dan hikmah iman kepada kitab Allah SWT dalam artikel ini. Sebagai seorang muslim, dituntut memiliki keimanan pada ajaran yang dibawa atau disampaikan para rasul Allah. Seseorang yang beriman kepada rasul dan malaikat Allah, juga harus beriman kepada kitab-kitab Allah. Beriman kepada kitab-kitab Allah dapat memberikan petunjuk kepada manusia. Baca juga Mengenal Iman kepada Kitab Allah, Dalil Iman kepada Kitab, dan Tanda Seseorang Beriman kepada Kitab Baca juga Apa Saja Kitab-kitab Allah SWT? Ini Penjelasan, Cara Meyakini dan Hikmahnya Dikutip dari buku Pendidikan Agama Islam untuk SMP Kelas VIII yang disusun oleh Arkanuddin dan Septi Muslimah, berikut Pengertian iman kepada kitab-kitab Allah SWT Pengertian Iman kepada Kitab-kitab Allah Iman merupakan percaya dan yakin dengan sepenuh hati. Iman kepada kitab Allah memiliki dua hal. Pertama, keyakinan dan penerimaan akan adanya kitab Allah SWT. Kedua, timbullah kesediaan dalam jiwa untuk melaksanakan ajaran, perintah dan larangan yang terdapat dalam kitab tersebut. Iman kepada kitab-kitab Allah merupakan rukun iman yang ketiga. Macam-macam Kitab Allah SWT yang Disampaikan kepada Nabi dan Rasul-nya Berikut kitab-kitab Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi dan Rasul-nya 1. Kitab Taurat yang disampaikan kepada Nabi Musa as.
Di dalam islam tidak hanya terdapat rukun islam namun juga ada rukun iman yang menjadi bagian dari fungsi agama. Salah satu rukun iman yang wajib untuk diimani oleh seorang muslim adalah iman kepada kitab Allah. Iman kepada kitab Allah berarti mengimani akan adanya, kebenarannya, dan fungsinya yang telah ditetapkan dan diturunkan oleh Allah yang tidak beriman kepada Allah, ia tidak akan dapat melaksanakan kehidupannya berdasarkan kepada aturan dan jalan hidup yang benar. Beriman kepada kitab Al-Quran juga akan sama memiliki manfaat sebagaimana Manfaat Tawakal Kepada Allah . Untuk itu berikut adalah fungsi dati kita beriman kepada kitab Beriman Kepada Kitab Al-QuranOrang-orang yang beriman kepada Allah sejatinya akan mendapatkan manfaat atau fungsi dari keimanannya terhadap Al-Quran. Berikut adalah Fungsi Iman Kepada Kitab Allah Mendapatkan Petunjuk Hidup Orang yang beriman kepada kitab Al-Quran akan mendapatkan petunjuk kehidupan. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam Al-Quran bahwa Al-Quran adalah petunjuk hidup bagi orang-orang yang dipastikan orang-orang yang tidak meyakini kitab Allah, sepanjang sejarah akan selalu dilaknat dan mendapatkan dampak yang negatif bagi ummatnya. Orang yang tidak meyakini Al-Quran tentu tidak akan menjalankan kehidupannya berdasarkan Al-Quran melainkan hawa nafsu Penciptaan Manusia , Proses Penciptaan Manusia , Hakikat Penciptaan Manusia , Konsep Manusia dalam Islam, dan Hakikat Manusia Menurut Islam adalah informasi petunjuk hidup yang juga didapatkan dari dalam ini dikarenakan, orang yang meyakini Al-Quran akan senantiasa menggunakan akalnya untuk dapat memahami yang benar. Sedangkan Al-Quran hanya akan dipahami oleh orang-orang yang dapat menggunakan akal-nya bukan hawa nafsu.“Kitab Al Quran ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa. yaitu mereka yang beriman kepada yang ghaib, yang mendirikan shalat, dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka.” QS Al Baaqarah 2-3Mendapatkan Hikmah dan Pelajaran di Masa Lalu Orang-orang yang beriman kepada Al-Quran akan mendapatkan hikmah dan pelajaran di masa lalu. Sebagai contoh di dalam Al-Quran terdapat kisah orang Shaleh bernama Lukman. Al-Quran mengisahkan bahwa Luqman adalah contoh orang shaleh yang mengajarkan keshalehan pula pada anaknya. Namanya diabadikan dalam Al-Quran dan menjadi teladan orang tua sampai akhir zaman juga dengan kisah-kisah Rasul dan sejarah peradaban di masa lalu dapat kita pahami dari apa yang tertuang di dalam Al-Quran. Seperti kisah Bangsa Mesir di masa lalu juga kisah Firaun yang merasa menjadi penguasa dan tuhan di Mesir. Atau kisah bangsa palestina dimana kenabian Ibrahim bermula juga di sana. Terdapat pula mengenai kisah perjuangan Rasulullah di Mekkah dan Madinah, serta historis Arab yang menjadi tempat bermulanya kenabian tersebut dapat menjadi hikmah dan pelajaran bagi orang-orang yang mau berpikir, merenung, dan benar-benar menggunakan akalnya untuk mendapatkannya.“Allah menganugerahkan al hikmah kefahaman yang dalam tentang Al Quran dan As Sunnah kepada siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang dianugerahi hikmah, ia benar-benar telah dianugerahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran dari firman Allah.” QS Al Baqarah 269“Alif laam raa. Inilah ayat-ayat Al Quran yang mengandung hikmah” QS Yunus 101Mendapatkan Ilmu PengetahuanKeimanan terhadap Al-Quran mendorong kita untuk mengetahui dan mendapatkan informasi pengetahuan yang benar di alam semesta. Ilmu pengetahuan yang ada dalam Al-Quran diantaranya adalah mengenai proses penciptaan alam semesta, penciptaan manusia, berjalannya sistem alam, mekanisme hujan, dsb. Ilmu tersebut terdapat dalam Al-Quran, sedangkan umat manusia belum mengetahuinya ketika Al-Quran belum itu, Al-Quran juga mendorong manusia untuk terus menggali ilmu pengetahuan lebih mendalam, agar semakin terkuak kebesaran dan Maha Agung-nya Allah. Ayat-ayat Allah sejatinya bukan hanya yang ada di Al-Quran melainkan keseluruhan yang ada di alam semesta.“Tetapi orang-orang yang zalim, mengikuti hawa nafsunya tanpa ilmu pengetahuan; maka siapakah yang akan menunjuki orang yang telah disesatkan Allah? Dan tiadalah bagi mereka seorang penolongpun.” QS Ar Rum 29Mendapatkan Pengetahuan tentang Hari Akhir Hanya di dalam Al-Quran informasi tentang hari akhir didapatkan. Tanpa informasi dan keyakinan akan Al-Quran maka informasi ini juga tidak akan didapatkan. Informasi tentang hari akhir tidak akan didapatkan hanya dnegan melihat alam semesta, walaupun bukti-bukti dan tanda-tanda kehancuran bumi bisa diteliti dan dikuak mengenai hari Akhir ini tentu berakibat pada keyakinan untuk mempertanggungjawabkan seluruh amalan manusa, mempertanggungjawabkan apa yang ada di dunia, dan meyakini adanya hari pembalasan yaitu surga dan neraka.“Dan berkata orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dan keimanan kepada orang-orang yang kafir “Sesungguhnya kamu telah berdiam dalam kubur menurut ketetapan Allah, sampai hari berbangkit; maka inilah hari berbangkit itu akan tetapi kamu selalu tidak meyakininya.” QS Ar Rum 56Mendapatkan Hidayah dan Cahaya Kehidupan Dengan meyakini kitab Allah yaitu Al-Quran, maka hidayah dan cahaya kehidupan yang menuntun pada kebenaran akan semakin dekat. Hidayah dan cahaya kehidupan itu sejatinya muncul dan berkembang di dalam diri manusia. Dengan keimanan yang tinggi terhadap Al-Quran tentunya akan membawa manusia semakin mendalami Al-Quran dan merasakan kebermaknaan yang tinggi ketika ini tentu berbeda dengan mereka yang tidak meyakini Al-Quran. Mereka tidak akan merasakan kenikmatan dan kebermaknaan ketika melaksanakan isi Beriman Kepada Allah SWT, Zakat Dalam Islam, Penerima Zakat, Rukun Puasa Ramadhan ,Tujuan Pernikahan Dalam Islam, Kodrat Wanita dalam Islam, adalah beberapa petunjuk yang didapatkan dalam Al-Quran. Untuk itu bagi yang tidak mengimaninya tentu cahaya hidup aturan islam tidak akan bisa dilaksanakan oleh Orang yang Tidak Beriman Kepada Kitab AllahOrang yang tidak beriman terhadap rukun iman dalam hal ini iman kepada kitab Allah akan mendapatkan kegersangan karena hidupnya yang entah diarahkan ke mana. Sedangkan, mereka juga tidak akan mempersiapkan untuk hari akhirnya yaitu adanya hari diminta pertanggungjawaban dan hari yang tidak beriman tidak akan merasakan kehidupan sesuai dengan tuntunan Allah dan kebenaran Al-Quran. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam ayat berikut“Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Tuhan; sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu!”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu.” QS Al AN’am 31Penyesalan ketidak berimanan orang-orang seperti di ayat tersebut tentu tidak akan berguna dan sia-sia. Waktu mereka telah habis di dunia dan baru menyadarinya di akhirat, padahal Allah telah menunjukkan jalan dan berabgai informasi tersebut dalam AL-Quran.
jelaskan bahwa fungsi beriman kepada kitab kitab allah sebagai dinamisator